aku telah menjadi orang yang super bodoh, karena salah mengetahui
salah menyangka tentang siapa yang benar sebenar-benarnya mengasihiku..
aku terlalu dibutakan oleh mata sehingga aku tak tahu bahwa seringnya mata menipu
aku terlalu menidurkan hati nurani sehingga aku menikmati yang aku dapatkan dari yang aku inginkan..
padahal yang aku inginkan BUKANLAH yang aku butuhkan
dan yang aku inginkan ternyata tidak berlangsung selamanya..
dan yang aku inginkan ternyata menuju pada kata SIA-SIA
aku telah menjadi orang yang super bodoh, karena menghabiskan waktu untuk hal yang SIA-SIA
aku telah menjadi orang yang super bodoh, karena salah melangkah
mengabaikan kebenaran yang sejati dan menelantarkan nasihat
aku telah menjadi orang yang super bodoh, karena aku baru saja mengetahui
bahwa bukan dia yang sebenar-benarnya mengasihiku..
meskipun kata cinta selalu muncul dari mulutnya..
pun sayang tidak luput dari pengakuannya untuk meyakinkan..
dan belaian selalu ada disetiap kami bertemu..
dan kecupan pembangkit semangat menghiasi saat-saat sulitnya menggapai cita
dan keterbuaian dalam setiap mimpi yang selalu menemani kebersamaan kami
seolah hanya tercipta aku dan dia yang ditakdirkan untuk memiliki dunia..
namun tanpa aku sadari.. dibalik itu
aku tak pernah tahu kalau hatinya selalu meragu.. meragu pada kemampuanku dan meragu pada kesetiaanku..
aku tak pernah tahu kalau dia tidak setulus hati menerimaku. dia hanya menerimaku ketika aku menyenangkan baginya dan mengataiku ketika aku bersikap salah didepannya.. atau melukai hatinya
aku tak pernah tahu kalau pengorbanannya merupakan formalitas dari keterpaksaan.. keterpaksaan karena status "pacaran"
aku tak pernah tahu bahwa dia tidak pernah berlutut padaNya demi aku
aku tak pernah tahu bahwa dia tidak sebenar-benarnya sama antara perkataan dan hatinya
aku tak pernah tahu bahwa dia tidak sebenar-benarnya sabar dan bahwa dia selalu menggerutu bersama teman terdekatnya menceritakan keburukanku, dan saat teman terdekatnya bertatap muka denganku, mereka menghakimiku melalui pemikirannya..
aku tak pernah tahu bahwa dihatinya, aku hanyalah pelarian saat dia membutuhkan..
aku tak pernah tahu bahwa ternyata dia tidak pernah benar-benar belajar untuk memahami profesiku atau membantuku saat aku mengalami kemunduran..
aku sadar bahwa tuntutannyalah yang terpenting baginya dan keadaanku menjadi nomer sekian di matanya..
aku tak pernah tahu bahwa.. dia selalu mencari tempat pelarian dan mendua saat tak disampingku dan saat orang lain tidak tahu..
aku tak pernah tahu.. tak pernah..
sampai akhirnya aku menyadari ada sesosok yang menerimaku dalam kesusahanku
tanpa kuketahui setiap hari dalam doanya selalu menyebutkan namaku, berlutut semalaman hingga membekas pada tulangnya..
tanpa kuketahui selalu berpuasa untukku
tanpa kuketahui selalu menyisihkan sedikit demi sedikit kepingan recehan hingga bisa membelikanku makanan bahkan pakaian..
tanpa kuketahui selalu sabar padaku ketika aku melampiaskan amarahku padanya, dan tanpa emosi yang tidak perlu mendoakanku agar aku dikuatkan
tanpa kuketahui dia selalu tahu saat aku menduakannya.. beralih hati kepada yang lain
bahkan meski dia tahu, dia tetap setia.. dia tidak ikut mencari-cari pelarian dan pelampiasan yang tidak perlu..
tanpa kuketahui, kesetiaannya setulus hatinya dan ucapannya selaras dengan tingkah lakunya
meski aku bersikap salah kepadanya atau menyinggungnya dalam ketidaksengajaan dia benar-benar memaafkanku dan mengerti keadaanku.. bahwa aku khilaf
dia mengenalkanku pada kasih yang sejati.. dia membawaku kembali kepada Yang Terutama
dia tidak menuntutku untuk menjadikan dirinya prioritas dalam hidupnya, tapi dia menuntutku untuk melakukan hal yang benar. Sebenar-benarnya bisa membawaku kepada Tuhan dan perubahan hidup yang lebih baik. Bahkan dia percaya banyak hal besar yang bisa kulakukan bila aku berjuang bersama sang Penciptaku
dia selalu bisa mengetahui keadaanku dan menyemangatiku seperti api yang tak pernah mati..
dan karenanya aku justru berubah menjadi orang yang lebih baik..
dan karena kesetiaannya aku justru mengerti sebuah komitmen
dan bahwa cinta ternyata tidak hanya pengorbanan, karena jika demikian itu drama
atau sekedar penerimaan dan pemberian, karena jika demikian itu jual beli
atau sekedar pembuktian, karena jika demikian itu sulap
atau sekedar sentuhan dan pemuasan, karena jika demikian itu ilusi
cinta tidak terhenti hanya pada perasaan dan perbuatan
tapi cinta membawamu pada kebenaran yang sejati.. Yang Terutama
cinta menyelamatkanmu dari perkara yang sia-sia dan mengisi hidupmu dengan penuh rasa syukur.. rasa syukur karena mendapatkan cinta yang menjadikanmu pribadi yang berharga
rasa syukur karena buah cinta dikemudian hari bisa meneruskan cintamu kepada dunia..
dan keluarga yang terbangun karena cintamu adalah keluarga yang satu, keluarga yang mengerti tentang kasih yang sejati.
aku memang orang yang super bodoh, karena salah mengetahui dan salah berjuang untuk hal yang salah.. tapi aku tidak terlalu bodoh untuk meratapi dan terpuruk..
aku tidak terlalu bodoh untuk menangisi kebodohanku
aku tidak terlalu bodoh.. karena aku tahu kepada siapa aku menjatuhkan pilihanku kemudian..
teruntuk orang yang paling sebenar-benarnya layak mendapatkan cintaku
ayah dan ibu..











4 komentar:
bagus !
ijin copy yah.. :)
iyaaaa......
puisinyaaaaa baguuuusss mbak christianii...
saya terharuuu membacanyaaaa
iyaaaaa thx for reading
Poskan Komentar