Rabu, 24 Agustus 2011

sebuah komentar : Fearless Movie


-->
Malam ini untuk kesekian kalinya aku melihat fearless.. dan seperti biasa, jadi pengen berkomentar.. hadehh..memang kuakui, penonton tu ya cuman bisa berkomentar dan gk bisa ikut2an bikin.haha seandainya saya bisa bikin film.. nah lho jd melenceng. Oke back to the topic. Film ini seperti yg sudah diketahui banyak org, dibintangi oleh jetli sebagai pemeran utama dan tidak bakal jauh2 dari yg namanya martial arts, blood, death and chinesse tradition. Well, aku termasuk penikmat film semacam ini dan suka bgt dengan seni pertarungan yang diciptakan dan biasanya jadi ketagihan gr2 scene actionnya,,hehe.. TETAPIII saudara-saudaraa,, yang membuatku terpikat untuk berkali-kali menonton film ini bukanlah actionnya..hehe.. tapi justru konflik pribadi dalam diri huo yuan jia (bener g ya namane?hehe). Padahal motivasi pertama kali ya gr2 ada nama jetli dan sudah pasti penasaran sm pertarungannya. Ehh, ternyata film ini beda bgt dari film2 jetli yg lain. Cukup bnyk dialog di film ini yang sangat filosofis dan disampaikan dalam moment yg tepat. Seperti misalnya saat Yuan jia menanam bibit padi di sawah dan jarak antar bibit berantakan. Yueci (si cewek yang menolong yuan jia) mengatakan: “tumbuhan adalah mahluk hidup..mereka memiliki ruang tumbuh, jika terlalu berdekatan akan menimbulkan masalah..sperti halnya manusia..” dan beberapa sikap yueci yang sangat sabar dan tabah yg ditunjukkannya. She did well through the limitless of her ability and what her act more than speech is enough to teach yuan jia the meaning of life.
Paling terharu saat melihat adegan yuan jia yang pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke desanya dan menghadapi kenyataan pahit bahwa keluarganya meninggal karena kebodohannya. Saat dia memutuskan membakar semua surat kemenangan pertarungan yg dia anggap berharga dan hanya mengatakan: “ini tidak diperlukan.” (hoaaa..jadi teringat saat membakar sesuatu yg ud g berharga—eaaa.. sedikit melenceng.. mari kita lanjutkaaannn)
Dan quote paling terakhir yg memorable (taken from imdb, cause I can’t caught up the dialouge’s detail) adalah saat yuan jia berkata pada Zhensheng-muridnya yg akan membalas dendam karena dia diracun oleh jepang- dan sekaligus berkatan pada jinsun, sahabatnya yg menemani pertarungannya:
“Poison works very quickly. It has worked its way to my heart... Zhensheng, promise me you won't seek revenge. Revenge will only bring us more bloodshed. Please, that's not what I want. We must strive to become triumphant... Nong Jinsun, I only understand wushu. I practiced for many years to understand what Wushu is, what is wushu's real purpose. The competition must continue. One cannot choose how one's life begins. It takes courage to finish the final step.”
Well..my point is poison does work very quickly to kill everyone’s heart..mistakes, sadness,emptiness, and the one’s called disappointed, those are dangerous poisons that could bring us down. Once I let the poison comes through my blood, needs lots of months maybe years to heals my heart. Quickly attack but long time to recover. Jadi,jangan terlalu bodoh untuk meracuni diri sendiri karena itulah yng aku pelajari dari Hou Yuan Jia. Orang lain boleh memberikan suggesti positif atau kebaikan yang berlimpah-limpah atau bahkan orang tua yang super duper pengertian dengan keadaan dan mensupport apapun yang kita perlukan,, namun itu tidak akan berarti apa2 selama bukan DIRI SENDIRI yang MENENTUKAN PILIHAN HIDUP. Itulah yang dilakukan Yuan Jia. Yueci telah mengajarkan kepadanya arti hidup, tapi itu gk akan berarti kalau Yuan Jia tidak berani memutuskan sndiri untuk pulang dan menyelesaikan masalah. Be fearless everybody..be fearless chris.. huehee..
"Mastering others is strength. Mastering yourself makes you fearless." - Lao Tzu

0 komentar: